Wrong [잘못했다] Part 7

Wrong [잘못했다]
Part 7

Author             : Chindy Agryesti.

Facebook         : Chindy Agryyesti Horvejkul

Twitter              : @Chindy404

Blog                 : http://chindyhvk.blogspot.com/

Cast                 :
  •  Cho Kyuhyun
  •   Bae Suzy


Genre              : AU!, Romance.

 Rating             : PG15

Length             : Chapter



Kesalahanku adalah mencintaimu. Namun berdampingan dengan itu, mencintaimu merupakan hal terindah dihidupku.

—Wrong—


Derap langkah terdengar begitu nyaring, berasal dari sepasang sepatu pantaufel hitam milik seorang yeoja yang berjalan kaki untuk menempuh jarak yang tersisa sekitar 20 meter lagi menuju rumah atapnya. Sebenarnya suara ketukan antara pantaufel dengan jalan aspal tidaklah begitu kencang namun mengingat jalan yang ditelurusi yeoja itu amat sunyi jadilah terdengar hanya derap langkah bersumber dari yeoja tersebut. Ini sudah pukul 11 malam, wajar bila jalan yang dilewatinya begitu sunyi bagai tak berpenghuni. Sebagian orang mungkin telah terbang ke dunia fantasi, memimpikan segala peristiwa indah dalam tidurnya, sementara yeoja berkulit putih susu itu. Ia baru akan menginjakkan kaki di rumahnya setelah menyelesaikan segala pekerjaan di kantor yang bertubi-tubi.
Suzy menundukkan lunglai kepalanya. Tanpa sengaja sudut mata indah itu menangkap sebuah benda berkilauan di depan kakinya. Hampir saja benda tersebut terinjak jika saja Suzy tak segera menahan kakinya di udara. Tanpa berpikir, Suzy segera meraih benda tersebut yang ternyata adalah sebuah Ballpoint berwarna metalic mengkilat. Setelah menegakkan tubuhnya, Suzy memutar-mutarkan tubuh mencari orang disekitar sana yang sekira merupakan pemilik benda panjang yang Suzy yakini Ballpoint itu adalah Ballpoint mahal. Jelas terlihat dari warna Ballpoint yang seolah memantulkan cahaya ketika terkena sinar lampu jalan. “Eoh.. Siapa pemilik Ballpoint ini?” Suzy bermonolog pada dirinya sendiri. Sekali lagi ia menoleh kesekitarnya. Tapi tetap ia menemui siapa-siapa di jalan sepi itu. “Terdengar aneh jika pemiliknya adalah orang di sekitar sini. Ballpoint ini sepertinya bukan Ballpoint yang seperti biasa di toko. Tapi kenapa rasanya Ballpoint ini sudah tak asing bagiku.” Setelah berujar lagi pada dirinya, Suzy memutuskan untuk melanjutkan langkahnya dan mengenai Ballpoint yang rasanya pernah ia lihat itu, Suzy berniat menyimpannya dulu. Dan jika ada yang merasa kehilangan benda tersebut, baru ia berikan.

Sementara pemilik Ballpoint tersebut baru menyadari benda kesayangannya itu sudah tak berada di saku jas-nya lagi ketika yeoja yang sejak tadi diperhatikannya, memungut sebuah benda di jalan aspal. Dan baru ia sadari benda tersebut adalah miliknya. Akibat kecerobohannya pasti ia telah menjatuhkan benda tersebut tidak sengaja. Di dalam mobilnya, namja itu bersungut merutuki kesembrono-annya hingga menjatuhkan benda kenangan dari sang Eomma. “Apa ini yang namanya takdir? Apa kini kita sedang dipermainkan oleh takdir?” Ucap Cho Kyuhyun, namja didalam mobil sana yang terus mengunci pandangannya pada yeoja yang sebenarnya ia cintai.


***


“Kyu bangunlah..”

“Oh Hyung.. Kau datang? Ayo temani aku minum,” Kyuhyun menyodorkan sloki berisi wine favoritnya pada Kibum namun tawaran wine itu langsung di tolak oleh Kibum. Namja berprofesi sebagai detektif itu meraih sloki juga wine dari dekat Kyuhyun dan memposisikan wine tersebut menjauh dari jangkauan Kyuhyun. “Kyu sadarlah. Ayo ku antar pulang. Kau sudah mabuk,” Kibum berusaha memapah tubuh jangkung Kyuhyun agar bangun dari kursi bartender tapi respon yang Kyuhyun berikan sama halnya saat tadi Kibum menolak wine yang disodorkan Kyuhyun. Tubuh Kyuhyun menggeliat, menghempaskan tangan Kibum dari punggungnya. “Hyung.. Kenapa jadi seperti ini? Wae?!” Teriak Kyuhyun tidak memperdulikan keadaan sekitarnya. Tidak memperdulikan teriakkannya tadi, yang sukses membuat orang-orang sekitar mereka menoleh dengan tatapan heran. “Sebaliknya kau pulang.. Aku tau, kau pasti sedang kacau saat ini..” Sekali lagi Kibum mencoba menyentuh tubuh Kyuhyun. Lagi-lagi Kyuhyun juga menolak disentuh oleh Kibum. Alih-alih Kyuhyun malah menatap Kibum dengan matanya yang sudah setengah tertutup tapi masih terlihat dengan jelas tatapan sendu dimata Kyuhyun. “Hyung.. Kenapa seperti ini? Kenapa semua ini bisa terjadi? Kenapa harus dia? Kenapa harus Bae Suzy yang menjadi putri orang itu? Yeoja yang telah kusakiti kenapa mesti dia putrinya?
Orang itu, kenapa juga ia yang harus menjadi Appa dari orang yang telah kusakiti? Hyung.. Aku sulit menerima semuanya. Semua terasa menjepitku. Rasanya aku ingin mati saja..” Racau Kyuhyun di sisa-sisa kesadarannya. “Itulah yang namanya takdir. Kita tak akan pernah ada yang mengetahuinya Kyu. Kau harus bisa menerimanya,”

“Tapi bagaimana bisa aku menerimanya? Harus bagaimana agar aku bisa menerimanya Hyung? Aku membenci wanita yang telah menghancurkan keluargaku tapi ternyata suami dari wanita yang sangat kubenci itulah yang telah membuatku tetap hidup sampai kini. Dan aku telah melukai putri-nya. Wanita itu yang menghancurkan keluargaku dan ternyata aku sendiri yang telah membunuh suami-nya.. Apa harus seperti inikah takdirku Hyung?!”

***

Pagi itu, jarum jam telah berada diangka tujuh tapi yeoja bermarga Bae tersebut belum juga meninggalkan bantal dan selimutnya. Ia melenguh sesaat dalam keadaannya yang masih setengah sadar. Matanya masih terasa sulit dibuka dan tubuhnya pun sejalan dengan kedua matanya itu. Anggota tubuhnya seakan tak memiliki kekuatan untuk digerakkan. Dalam keadaan fit, tidak biasanya Suzy seperti ini. Tentu saja hari ini tidak seperti biasanya karena keadaan Suzy yang tidak baik-baik saja. Sekujur tubuh Suzy lemas, kepalanya juga terasa pening walau hanya terkadang.

“Suji-ya.. Ireona. Ini sudah hampir pukul tujuh.” Dari luar kamar Suzy teriakan nyaring yang berasal dari Hye Kyung, Eomma-nya mengganggu telinga Bae Suzy. Teriakkan sang Eomma tadi setidaknya sukses membukakan mata Suzy disela keinginannya melanjutkan kegiatan favoritnya itu. Sepertinya tidak mungkin bagi Suzy membolos kerja hari ini. Pekerjaan di kantor telah menuntut Suzy untuk segera di selesaikan. Jika ia membolos itu hanya akan membuang-buang waktu saja. Pikir Suzy.

Sekeluarnya Suzy dari dalam kamar, ia telah disambut oleh beberapa menu sarapan dimeja makan di ruang tengah. “Kau mandilah. Setelah itu ayo kita sarapan,” Dengan patuhnya, Suzy mematuhi perintah Hye Kyung untuk mandi dan setelahnya berganti kegiatan yaitu sarapan.

“Suji-ya.. Neo apha? Kau terlihat pucat,” Hye Kyung menyadari putrinya yang terlihat sedang tak sehat mengungkapkan kekhawatirannya.

“Aniyo. Aku hanya sedang sedikit pusing. Tapi aku tidak apa-apa. Gokjongma Eomma,” Suzy mencoba menyanggah. Suzy sadar sang Eomma mengetahui dengan baik semua tentang dirinya. Tak ada yang bisa ia sembunyikan dari Hye Kyung. Tapi kenapa Eomma-nya yang malah menyembunyikan sesuatu dari Suzy? Walau Suzy sangat ingin melupakan tentang itu, menganggap ia tidak pernah mengetahui apa-apa. Tapi tak bisa. Semakin Suzy ingin menganggap itu tak pernah ia ketahui tapi semakin menggebu-gebu pula perasaannya untuk mengetahui kebenaran dibalik itu semua. Suzy ingin mengetahui semuanya dan membuktikan bahwa Eomma-nya bukan orang seperti yang dikatakan Kyuhyun. Meski harus Suzy akui, ia takut oleh kenyataan itu. Ia takut jika seandainya semua yang dikatakan Kyuhyun itu benar. Orang yang amat disayanginya, orang yang paling dihormatinya, orang yang paling dibanggakannya tidak lain adalah seorang penghancur rumah tangga orang lain. Suzy takut semua itu benar. Pasti akan berat untuk ia terima.

“Suji-ya tentang kau dengan Kyuhyun. Kalian sudah benar putus?” Dipagi itu Suzy sudah kehilangan selera makan akibat tubuhnya yang agak kurang sehat. Dan Eomma-nya itu berhasil membuat Suzy semakin kehilangan selera makannya seusai sang Eomma menyinggung nama seseorang pada kalimatnya tadi. Suzy sama sekali tak memiliki mood untuk menelan sarapannya lagi pagi ini. “Eomma, aku tidak ingin membicarakannya lagi.” Sungut Suzy. Luka dihatinya seakan menganga setiap kali telinganya mendengar nama itu. “Eomma hanya ingin tau. Barang kali hubungan kalian masih bisa diperbaiki. Kyuhyun bukan tipe orang yang akan menyakiti wanita yang Eomma lihat. Dan dia juga terlihat sangat tulus padamu.”

“Eomma kumohon jangan membahas tentang dia lagi dan juga jangan mengharapkan apa pun dari kami. Aku dan dia, kami hanya orang asing sekarang,”

“Seburuk itukah hubungan kalian saat ini?” Wanita tengah baya tersebut malah semakin gencar membahas terus-terusan mengenai Cho Kyuhyun. Sementara putrinya itu terus bersungut agar tak lagi menyebut nama Cho Kyuhyun. Dua yeoja berbeda usia itu seakan memiliki hal yang di pertentangkan diantara mereka. Bae Suzy yang merasa tersakiti ketika nama itu disebutkan sementara Shin Hye Kyung, merasa ia harus mengetahui yang terjadi di antara putri dengan Cho Kyuhyun terus berusaha mengorek info dari Suzy yang sudah jelas tidak pernah ingin lagi membahas namja pemilik nama Cho Kyuhyun tersebut. Hye Kyung sudah terlanjur menyukai kekasih putrinya itu. Cho Kyuhyun. Memangnya orang tua mana yang tidak akan menyukai calon menantu seperti Cho Kyuhyun? Tampan, pintar, berpendidikan, seorang chaebol ternama, berkharisma. Manusia itu tercipta satu paket dalam kesempurnaan, baik secara fisik maupun non-fisik. Mungkin sulit mendapatkan kecacatan dalam hidup manusia itu. Bahkan mungkin tidak ada. Cho Kyuhyun manusia yang terlampaui hidup dalam kesempurnaan. Dan juga, tak ada alasan bagi Hye Kyung untuk tidak menyukai menyukai calon menantu impian setiap orang tua di Korea. Dan mengingat betapa manisnya sikap yang selalu Kyuhyun tunjukkan, juga setiap perhatian dan perasaan tulus selalu memenuhi diri pria itu terhadap sekitarnya. Sukses membuat siapa saja yang berada disekitar Kyuhyun tenggelam dalam pesona namja itu dan tak ada alasan yang pantas untuk tidak menyukai Kyuhyun. Meski hanya beberapa kali Hye Kyung bertemu Kyuhyun, wanita yang merupakan Eomma dari Bae Suzy itu bisa langsung begitu saja menyambut Kyuhyun dengan tangan terbuka sebagai kekasih Bae Suzy, putrinya. Bahkan ia hingga berharap lebih pada jalinan cinta yang Suzy jalani bersama namja tersebut. Namun di balik semua itu, Hye Kyung tak pernah tahu, terdapat alasan yang melatar belakangi hubungan Suzy-Kyuhyun. Alasan yang hingga akhirnya hanya membuat putrinya terluka.


***


“Suzy-shi setelah jam makan siang, bisa kau temani aku ke suatu tempat?”

“Ah baiklah,” Dalam hati, Suzy berat memberikan jawaban iya pada permintaan Jung Ha Na, atasannya. Bukan karena ia tidak suka ataupun apa, tapi melainkan karena tubuhnya yang kurang sehat membuat Suzy malas bekerja diluar kantor yang pasti membutuhnya energi lebih banyak. Tapi memangnya jawaban apa lagi yang bisa di berikan Suzy pada Jung Ha Na selain menjawab iya dan menuruti semua perintah atasannya itu dengan patuh.


“Cho Corp,” Gumaman itu keluar dengan sendirinya tanpa Suzy sadari. Dan tanpa ia sadari juga, orang yang tengah berjalan beriringan disebelah Suzy mendengar gumaman tersebut. Ha Na sontak menoleh pada Suzy dan berkata. “Ne. Waeyo? Kau seperti terkejut sekali,”

“A-ani-yo..” Bantah Suzy. “Untuk apa kita kesini?” Dengan susah payah Suzy akhirnya menyuarakan juga penasarannya. “Ketua Kim mengirim kita kemari untuk melakukan sedikit wawancara dengan Presdir Cho. Jika tidak salah divisi kita mendapat tugas untuk mengulas Presdir Cho Corp untuk edisi mendatang.” Tutur Ha Na. Tak terasa mereka telah melewati pintu utama dan kini menuju tempat Receptionis. Suzy sengaja memperlambat langkahnya. Jika ia memiliki alasan untuk pergi dari sana, tentu akan Suzy lakukan. Apa pun itu alasannya. Tapi yang bisa lakukannya sekarang hanyalah berharap dewi fortuna tengah berdiri dipihak Suzy. “Permisi kami dari Win.A magazine. Dimana kami bisa bertemu dengan Presdir Cho?”

“Presdir Cho berada di ruangannya. Anda silahkan saja ke lantai 8.” Papar yeoja berkemeja putih itu. “Ah baiklah. Kamsahamnida.”

“Eoh Nona Suzy? Lama tidak melihatmu,” Walau sudah Suzy berusaha tidak menunjukkan wajahnya namun pada akhirnya wajah cantik itu terkenali juga oleh pegawai Cho Corp tersebut. Suzy tersenyum terpaksa sambil menatap enggan yeoja bername tag Seo Eun Hyo itu. “Ye lama tidak bertemu.” Balas Suzy singkat kemudian yang langsung menyetarakan langkah dengan Ha Na. “Kau mengenalnya?” “Ah keu-ge dia orang yang kukenal.” “Begitukah? Tapi aneh sekali mendengar dia memanggilmu dengan sebutan Nona..” “Ah i-tu memang panggilan darinya untukku,” Sangkal Suzy. Tentu saja itu adalah sebuah kebohongan. Sangat tidak mungkin Suzy berkata jujur. Mengatakan bahwa ia mengenal yeoja di meja resepsionis tadi karena ia sudah terlalu sering mengunjungi gedung megah itu. Itu semua tentu tidak akan mungkin Suzy katakan. Itu sama saja, Suzy tengah menyakiti dirinya sendiri.
Dilain sisi, Cho Kyuhyun yang baru keluar dari toilet di dalam ruang kerjanya langsung disambut oleh suara ketukan dari luar. “Masuk,” Perintahnya seraya kembali menduduki kursi kerja. Tak lama pintu telah terbuka yang menampilkan wujud Soo Yeon dari balik pintu. “Presdir ada tamu untuk Anda.” Ujar sekertaris Cho Kyuhyun tersebut. “Persilahkan masuk,”

“Boleh kami tau, seperti tipe wanita idealmu?” “Dia tidak harus cantik, dia tidak mesti dari keluarga terhormat, dia tidak harus seorang putri. Cukup dia yang bisa membuatku nyaman, membuatku tenang, dan dapat membuatku tersenyum.” Selama sesi tanya jawab, selama itu juga pandangan Kyuhyun tak pernah lepas pada sosok yeoja berambut hitam di depannya. Sedetik pun tidak. Sementara yeoja yang ditatap itu, hanya menundukkan kepala, menatapi ujung sepatu yang digenakannya. Setiap mendengar suara berat yang dirindukannya itu. Hatinya serasa tercabik-cabik. Ia masih amat mencintai namja itu tapi mengingat bagaimana Kyuhyun mempermainkannya. Itu sungguh menyakitkan bagi Suzy. Dan satu hal yang paling membuat Suzy tersakiti, ia masih mengharapkan namja di
sebrangnya padahal ia tau namja itu mungkin tidak pernah mencintainya. Lalu bagaimana mungkin bisa ia mencintai orang yang jelas-jelas membenci Eomma-nya. Semua hal tidak mungkin itu yang semakin membuat Suzy tersakiti.

***

Malam menjelang larut, Suzy berjalan dengan langkah gontai dengan kepala yang tertunduk lunglai menatap jalan gang yang diterangi oleh pencahayaan minim dari lampu jalan. Suzy menghela nafas panjang-panjang. Mengingat keseharian dalam hidupnya yang sama sekali tidak memiliki hal menarik yang sekiranya bisa ia jadikan untuk penyemangat atas hidupnya. Hidupnya terlalu datar juga hampa. Langkah konstan Suzy berhenti mendadak ketika ia tau siapa yang berdiri bersandar pada mobil mewah itu. Bodohnya Suzy yang terlalu sibuk menatap jalan hingga tak menyadari mobil hitam terparkir di depan rumahnya. Suzy kaku di tempat dengan mulut ternganga penuh keterkejutan. Tapi sedetik selanjutnya Suzy segera menetralkan ekspresinya. Menatap orang itu dingin, dan itu hanya terjadi beberapa saat.

Selanjutnya Suzy membuang pandangannya dan hendak melangkah kembali. Kyuhyun sudah meyakini ini akan terjadi. Suzy akan mengacuhkan dirinya, benar saja itu memang terjadi. Baru satu langkah usaha Suzy menghiraukan Kyuhyun, tapi ternyata tangan namja itu memiliki refleks sebegitu cepatnya. Terbukti dengan pergerakkan tangan Kyuhyun yang sudah tertengger pada pergelangan tangan Suzy. Menahan kepergian yeoja itu. “Lepaskan,” Tanpa menoleh apa lagi berbalik, Suzy mengucapkan satu kata tadi penuh penekanan. Tapi apa yang malah dilakukan Kyuhyun? Namja itu terlalu sulit untuk ditebak. Dengan sekali gerakkan, tubuh Suzy sudah berada dalam rengkuhan tubuhnya.

“Lepaskan..” Suzy kembali mengutarakan kata yang sama kedua kalinya. Nadanya masih sama, datar. Tapi kali ini suaranya sarat akan emosi yang terpendam. Kyuhyun sama sekali tidak memperdulikan itu. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada yeoja itu. Yang ia tau, ia sangat merindukan yeoja di dalam rengkuhannya ini. Dan hal itu berhasil membuat Suzy naik pitam. Suzy mengumpulkan seluruh kekuatannya, demi melepaskan tubuhnya dari namja tersebut. Suzy mendorong tubuh itu kuat-kuat. Akibatnya tubuh mereka akhirnya terlepas juga. Saat itu juga Suzy melemparkan tatapan tajam pada Kyuhyun.

“Sepertinya kau sedang mabuk Cho Kyuhyun-shi,” Desis Suzy.

“Mianhae.. Jeongmal mianhae,”

“Aku tak mengerti ucapanmu! Lebih baik kau pulanglah! Tidak ada gunanya kau disini!”

“Aku tidak akan pulang sebelum kau mau berbicara denganku.”

“Apa? Memangnya apa yang ingin kau bicarakan? Apa yang ingin kau katakan? Apa masih ada lagi kenyataan buruk tentang Eomma-ku yang belum kutahu? Sekarang katakan..”

“Apa belum cukup kau menyakitiku? Sekarang untuk apa kau kesini? Apakah balas dendam mu masih kurang? Aku tau aku hanyalah yeoja bodoh yang dengan mudahnya terpelosok dalam pesonamu, aku tau. Aku hanya yeoja bodoh yang baru mengenal apa itu cinta. Tapi kau perlu tau, aku memiliki perasaan Cho Kyuhyun! Aku punya hati! Tapi hatiku telah hancur karenamu,”


***

“Appa, Eomma boleh aku bermain disekitar sini?” Kyuhyun menghampiri orang tuanya yang tampak sibuk meneliti laporan bulanan yang baru mereka terima.

“Boleh. Tapi jangan terlalu jauh, arraseo?”

“Arranta,” Bocah berumur 8 itu pun memekik senang, sedetik kemudian ia telah menghilang dari hadapan kedua orang tuanya. Namja itu berputar mengelilingi gudang milik perusahaan Ayah-nya. Hari itu, mereka sekeluarga –minus Cho Ahra— mereka berkunjung ke gudang penyimpanan barang  produksi Cho Corp yang letaknya berada di kota Namwoon. Dan Kyuhyun, bocah tampan itu mulai merasa bosan ketika kedua orang tuanya sibuk dengan para  pekerja di gudang.

Cho Kyuhyun mempercepat langkahnya ketika indera pendengarannya menangkap bunyi ledakan. Bukankah seharusnya ia takut dan menjauhi tempat bertumpukkan kardus itu lalu kembali bersama Appa dan Eomma-nya? Namun hal tak terduga yang malah bocah itu lakukan. Kyuhyun melangkah besar untuk mengetahui sumber suara ledakan tersebut tanpa ada rasa takut hinggap dalam diri bocah itu.

Seketika bola mata Kyuhyun membesar menyaksikan adegan-adegan yang biasa hanya ia temukan dalam drama televisi. Adegan dimana sekawanan penjahat yang sudah tertangkap basah dan tengah ditawan oleh segelintir orang pemilik pintu besi –polisi— dengan kedua belah pihak saling menodongkan senjata api satu sama lain. Kyuhyun yang merasa pemandangan itu menarik melangkah keluar dari tempat persembunyiannya dari belakang tumpukkan kardus. Kini bocah itu secara terang-terangan menunjukkan wujudnya tanpa berpikir bahaya dapat saja menyambut dirimya. Benar saja, bahaya langsung menghampiri putra dari keluarga Cho itu sekaligus mendatangkan keuntungan bagi sekawanan penjahat disana. Salah seorang penjahat itu mengalihkan pistol-nya kearah bocah itu sebagai salah satu siasat mengalihkan perhatian polisi agar mereka dapat memiliki celah untuk melarikan diri. Secepat angin berhembus, secepat itu juga sebuah peluru melesat keluar dari kandangnya. Dengan tujuan yang begitu terarah. Kyuhyun yang dengan sadar tau posisinya saat ini, ia tidak mampu berkutik. Hanya kelopak mata yang dengan sendirinya menutup. Bersamaan dengan suara ledakan senjata api yang memekik keras, tubuh Kyuhyun terdorong kuat hingga tubuh bocah tersebut terjerembab di atas tanah. Tapi tak dirasakan bocah itu, tubuhnya terdapat luka atau pun rasa sakit. 


Peristiwa kelam belasan tahun silam sama sekali tak berkurang dalam pikiran Kyuhyun. Tak ada jeda satu detik pun yang Kyuhyun lupakan. Keseluruhan peristiwa itu tertata dengan baik di dalam memorinya. Peristiwa yang seharusnya bisa saja ia lupakan, namun hatinya menentang. Dengan adanya peristiwa itu, ia dapat mengenal sosok namja baik yang telah menyelamatkan nyawanya. Jadi bagaimana mungkin Kyuhyun melupakannya? Lebih lagi akan sosok pahlawan itu. Namja yang bahkan tidak pernah bertemu dengan Kyuhyun sebelumnya, namun namja tersebut rela menukar hidupnya demi bocah asing yang tidak dikenalnya. Semua itu hal yang tidak akan pernah dapat Kyuhyun lupakan. Kyuhyun dapat tumbuh hingga sebesar ini, namja itulah yang membuat Kyuhyun dapat terus bertumbuh. Lantas bagaimana jika namja itu tidak menolong Kyuhyun? Mungkin saat ini tubuh Kyuhyun telah lenyap ditelan oleh tanah. Wajar jika dalam belasan tahun ini Kyuhyun hidup dalam bayang-bayang hutang nyawa pada orang tersebut. Kyuhyun sendiri tau, sulit baginya untuk membalas budi namja itu, sementara mereka sudah hidup pada dunia yang berbeda tapi setidaknya ia ingin membalas budi namja yang menjadi sosok pahlawan baginya itu melalui keluarga namja tersebut. Beberapa tahun belakang ini Cho Kyuhyun berusaha keras menemukan informasi mengenai keluarga namja tersebut. Tapi apa yang di dapat Kyuhyun setelah mengetahuinya? Ia harus menelan bulat-bulat penyesalan akibat perbuatan yang dilakukannya dengan penuh kesadaran. Takdir seolah tengah mempermainkan. Dan ternyata kalimat kiasan yang menyatakan 'Hidup adalah permainan takdir' itu memang benar adanya.


Cho Kyuhyun menghempaskan tubuhnya jatuh di
atas tempat tidur dengan sekali hentakan. Pakaian kantor lengkapnya masih membungkus tubuh itu. Pandangan ia titik fokuskan pada langit-langit putih di atasnya. Desahan nafas frustasi berulang kali memenuhi ruangan kamar mewah tersebut. “Mianhae..”

Malam semakin kelam. Kyuhyun masih belum juga mengubah posisinya. Namja itu seolah sangat menikmati kegiatan memandangi langit-langit di
atasnya. Pandangan Kyuhyun sedetik pun tidak teralihkan. Padahal tak ada sesuatu yang menarik dari objek titik fokusnya itu. Hingga semenit selanjutnya, Kyuhyun baru menggerakkan tubuh setelah seperkian waktu. Ia berjalan ke arah nakas di sebelah tempat tidurnya. Dan dibukanya sebuah laci paling atas. Di dalam sana ia mendapati sebuah foto. Foto yang mengingatkan Kyuhyun akan hari terindah dalam hidupnya. Hari dimana Kyuhyun baru merasakan arti kehidupan tepat di hari jadinya namja tersebut. Foto itu menjadi bukti bahwa Kyuhyun pernah melewati hari-hari penuh kebahagiaan bersama yeoja cantik bernama Bae Suzy. Kebahagiaan yang baru ia rasakan lagi, setelah ia kehilangan keluarga bahagianya. Semakin Kyuhyun mendekatkan jemari dan semakin jelas juga bayangan Bae Suzy di benaknya. Kyuhyun merindukan seorang gadis untuk kali pertamanya di hidup ini. Ia merindukan yeoja itu, Bae Suzy. Kyuhyun merindukan senyum yang sudah tak pernah di lihatnya beberapa waktu ini. Ia merindukan sentuhan yeoja itu, ia mengingini tawa yeoja itu, ia membutuhkan perhatian yeoja itu. Cho Kyuhyun membutuhkan Bae Suzy. Malam itu, selembaran foto itu tertidur bersama Kyuhyun di dalam genggaman tangan.

***

Penuturan penuh perasaan juga kalimat
yang sarat ketulusan Suzy rasakan tiap kali ia mengingat satu kata yang sama yang Kyuhyun ucapkan malam itu. Suzy sadar, ia tidak boleh begitu saja mempercayai namja itu lagi. Suzy sadar betul, ia mungkin saja akan kembali terluka dengan mempercayai pria itu. Bukankah ada pernyataan yang bilang 'Hanya orang bodoh yang melakukan kesalahan dua kali'? Suzy berusaha membuang jauh-jauh bayangan tentang Cho Kyuhyun. Suzy ingin hidup tanpa dibayangi namja yang berhasil mengisi seluruh ruang di hatinya. Dan satu lagi, Suzy tidak ingin hidup terlarut bersama luka di hatinya yang masih menganga, Suzy ingin menyembuhkan luka itu.


Bae Suzy menatap nanar pada kursi kosong di
sebrang tubuhnya. Di tempat ini, untuk pertama kalinya mereka makan bersama dalam balutan tawa yang menghiasi kala hari itu. Tapi saat ini, Suzy seorang diri terlarut melalui kenangan-kenangan indah namun juga menyakitkan. Bayangan namja itu seolah menempel pada kursi yang pernah di duduki Kyuhyun. Sejak awal Suzy hanya memfokuskan diri menatap kursi tersebut. Makanan yang sejak tadi di pesannya, hingga saat ini belum juga disentuh oleh pemiliknya. Tanpa disadari, air mata tiba-tiba muncul dari pelupuk mata indah itu. Bersama kesunyian, Suzy merasakan Kyuhyun ada bersamanya saat ini meski hanya sebatas khayalan yeoja tersebut. Bae Suzy membiarkan pikiran, hati, dan jiwa-nya melayang menuju orang itu. Untuk hari ini saja. Ya untuk hari ini. Karena seusai hari ini, Suzy telah bernubuat. Ia akan melupakan namja itu. Ia akan menjalani hidupnya tanpa nama orang itu lagi. Meski Suzy sendiri tak yakin, bisakah ia melakukan itu semua?


TBC.

Top of Form

3 komentar:

Unknown on 3 Maret 2014 pukul 05.44 mengatakan...

torrr makin seruuu nihh.. kyu galauuu ... rasain kan itu kyu.. next jgn lama2 yaaa

Unknown on 2 Februari 2015 pukul 06.54 mengatakan...

Ckckck ternyata Appanya suzy yg telat menyelamatkan Kyuhyun... penyesalan selalu datang terlambat..

Miliana on 10 Agustus 2020 pukul 01.09 mengatakan...

salah satu cerita favorite

resep masakan brownies kukus

Posting Komentar

 

Chindy Agryesti Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting