Wrong [잘못했다]
Part 3
Author
: Chindy Agryesti.
Facebook : Chindy Agryyesti Horvejkul
Twitter : @Chindy404
Cast :
- Cho Kyuhyun
- Bae Suzy
Genre : AU!, Romance.
Rating :
PG15
Length : Chapter
Kesalahanku adalah mencintaimu. Namun berdampingan dengan itu, mencintaimu merupakan hal terindah dihidupku.
—Wrong—
Part 3 :
Seperti
hari-hari biasa, Suzy disibukkan dengan tugas-tugasnya di Cafe sebagai seorang
pelayan. Di suatu siang, Suzy terheran-heran ketika seorang kurir menyerahkan
sebuah kotak manis berwarna merah muda dengan ditempeli pita merah didepannya. “Ige..
Untukku? Dari siapa Ahjusshi?”
“Dari..” Kurir
itu melongok kertas dikantung bajunya. “Tak dituliskan nama pengirimnya,”
Kening Suzy langsung berkerut. Dengan heran juga bingung, Suzy membawa kotak
itu ke ruang belakang, ruang ganti baju.
Pelan dan hati-hati, Suzy mulai membukanya. Terdapat secarik kertas didalam
kotak. Suzy mengangkat dan kemudian membacanya.
Untukmu Suzy-shi.
Berharap kau menyukainya.
Berharap kau menyukainya.
‘CKH’
CKH? Ulang Suzy
dalam hati. Ia menebak-nebak siapa pemilik inisial CKH ini. Segelintir orang
yang dikenal Suzy, hadir dalam kepalanya. Hingga bayangan satu orang yang
kemarin menemaninya di Mall. Ia mengingat nama akan orang itu. Cho Kyu Hyun.
Benarkah dia? Yang mengirim ini?
Seketika bola
mata Suzy membesar. Menatap tak percaya isi didalam kotak. Boneka Teddy Bear
yang sangat diingininya kemarin, tapi karena suatu alasan ia tak dapat memiliki
itu. Namun sekarang benda itu, benar-benar ada didepan matanya. Suzy mengangkat
benda lucu itu. Lalu tersenyum lebar. Dia tak menyangka boneka teddy bear lucu
itu akhirnya bisa dimilikinya juga. Terdapat satu benda lagi didalam kotak.
Penjepit rambut berwarna pink ikut turut mengisi kotak tersebut dengan boneka
teddy bear. “Gomawo..” Gumamnya bahagia.
***
“Aigoo.. Betapa tampannya Presdir Cho Corp itu,” Gumam seorang Halmeoni dihadapan televisi. Menyaksikan tayangan infotainment yang sedang membahas seorang namja muda yang sangat berpengaruh di Korea. Siapa lagi jika bukan Cho Kyuhyun.
Bersamaan dengan itu, Suzy yang akan menaiki tangga disebelah rumah Halmeoni tersebut, sesaat menyapa Halmeoni dari luar.
“Anneyong
Halmeoni. Kau belum tidur?”
“Suji-ya..
Yeogi, yeogi.” Panggil Halmeoni. Buru-buru mencegah Suzy menaiki tangga disisi
rumahnya. Kaki kiri Suzy yang sudah berada dianak tangga pertama terpaksa
berhenti dan membalikkan tubuh. “Waeyo Halmeoni?” Tanya Suzy agak melongok
masuk kedalam rumah tersebut. “Masuklah.” Titah Halmeoni. Suzy menurut lalu
mengambil posisi, ikut duduk disebelah Halmeoni menghadap televisi.
“Igeo.. Tolong
masukkan benang ini,” Perintahnya seraya menyodorkan kepada Suzy sebuah jarum
beserta benang putih. “Halmeoni mengapa malam-malam begini kau malah menjahit?”
Tukas Suzy. Menerima sodoran jarum dan benang. “Aku bosan tak melakukan
apa-apa,” Suzy tidak menjawab. Ia sibuk menautkan benang kedalam lubang jarum
yang kecil. “Beruntung sekali yeoja yang bisa mendapatkan namja setampan itu,”
Halmeoni itu bergumam lagi. Kekagumannya akan Cho Kyuhyun sepertinya belum juga
sirna. Suzy yang mendengar gumaman Halmeoni tersebut langsung berucap. “Nugu?” Tanya Suzy tak acuh. Perhatian Suzy masih tertuju pada jarum ditangannya.
“Berhasil juga
Halmeoni..” Suzy berseru dengan tiba-tiba. Halmeoni disebelahnya tak bereaksi,
Suzy menoleh. Yeoja beruban itu memandangi
televisi dengan seksama. Perhatian Suzy langsung terarah pada benda segi empat
yang dipandangi sang Halmeoni dengan lekatnya.
Wajah sempurna
bak dewa milik Cho Kyuhyun menjadi pemandangan pertama yang didapati Suzy. Ia
terpaku dalam diam. Seolah terhipnotis oleh ketampanan dari seorang Cho
Kyuhyun. Lantas kedua yeoja berbeda usia tersebut tenggelam menikmati santapan
mata yang terlalu sayang untuk dilewatkan. “Rasanya ingin sekali aku
menjodohkan cucuku dengan orang itu. Tapi sayang sekali kedua cucuku adalah
namja.” Celoteh wanita tua itu. Ocehan
Halmeoni berhasil membawa Suzy kealam sadarnya. “Kau ini ada-ada saja Halmeoni,”
Ucap Suzy seraya tertawa kecil. “Bagaimana bisa dia setampan itu? Dia tampan,
pintar, kaya dan seorang Presdir pula.” Puji Halmeoni. “Pasti ada banyak orang
tua yang ingin menjadikannya menantu,”
“Mungkin,” Suzy mengeluarkan suara dan
menjawab asal pernyataan Halmeoni, hanya sebagai tanda bahwa ia menanggapi
omongan orang tua itu.
***
“Hya Suji-ya.
Kukira kau tidak datang,”
“Tadinya begitu.
Tapi berhubung hari ini dan besok cafe diliburkan. Sehingga aku bisa datang,”
“Berarti kau
bisa mengikuti acara ini sampai akhir. Kita bisa melihat acara pesta kembang
api nanti malam kan?”
“Tidak juga. Aku
berniat ingin membantu Eomma ditoko. Sejak Eomma membuka toko rotinya aku belum
pernah membantu Eomma disana,” Hae Rin menunjukkan ekspresi kecewanya. Hae Rin
ingin menghabiskan waktu bersama sahabatnya itu tapi terasa begitu sulit.
Terhalang oleh waktu dan kegiatan Suzy yang sibuknya menyaingi seorang
Presiden.
“Setiap hari kau
selalu saja sibuk,” Gerutu Hae Rin. “Sudahlah. Yang penting aku datang. Kajja,
kita masuk,” Suzy langsung meraih lengan Hae Rin, sedikit menariknya. Untuk
masuk ke dalam gedung Kyunghee University.
Sepanjang perjalanan menuju Aula gedung Kyunghee. Tak ada satu saja dari para mahasiswi yang tidak membicarakan mengenai lulusan-lulusan terbaik Kyunghee, Cho Kyuhyun salah satunya. “Apa kau sudah menemukan hadiah untuk Eomma-mu?” Hae Rin melontarkan pertanyaan. “Sudah.”
Sepanjang perjalanan menuju Aula gedung Kyunghee. Tak ada satu saja dari para mahasiswi yang tidak membicarakan mengenai lulusan-lulusan terbaik Kyunghee, Cho Kyuhyun salah satunya. “Apa kau sudah menemukan hadiah untuk Eomma-mu?” Hae Rin melontarkan pertanyaan. “Sudah.”
“Apa yang kau
belikan?” Selidik Hae Rin ingin tau.
“Hanya sebuah
blazer. Sejak Eomma membuka toko ia menjadi sering pulang malam sehingga
kupikir Eomma bisa memakainya sepulang dari toko,”
“Wah.. Kau ini
memang sangat pintar Suji-ya..”
“Eishh.. Kau
ini,” Suzy menggeram pelan kepada sahabatnya itu, selesai Hae Rin menepuk-nepuk
pelan pucuk kepala Suzy.
Sesuai perencanaan, tepat pukul 7 malam, acara pentas seni yang biasa diselenggarakan Kyunghee disetiap akhir tahunnya pun dimulai. Acara rutin yang diadakan Kyunghee untuk merayakan pergantian tahun yang diisi oleh penampilan-penampilan menakjubkan dari para mahasiswa/i berbakat Kyunghee dan diakhiri penyambutan tahun baru melalui pesta kembang api tengah malam nanti.
Sesuai perencanaan, tepat pukul 7 malam, acara pentas seni yang biasa diselenggarakan Kyunghee disetiap akhir tahunnya pun dimulai. Acara rutin yang diadakan Kyunghee untuk merayakan pergantian tahun yang diisi oleh penampilan-penampilan menakjubkan dari para mahasiswa/i berbakat Kyunghee dan diakhiri penyambutan tahun baru melalui pesta kembang api tengah malam nanti.
Ruang Aula
Kyunghee yang besarnya hampir setara dengan ukuran lapangan sepak bola mulai
terisi penuh. Suzy dan Hae Rin duduk bersebelahan dibarisan paling depan sesuai
keinginan Hae Rin. Dari kabar burung yang beredar, akan ada penampilan khusus
dari para lulusan terbaik Kyunghee yang sengaja diundang untuk ikut memeriahkan
pentas seni tahunan kali ini. Itulah salah satu alasan, mengapa yeoja-yeoja
Kyunghee saling berseteru memperebutkan kursi paling depan.
Jika boleh
jujur, Suzy tidak suka duduk dibagian paling depan. Ia merasa tak nyaman untuk
itu. Namun terpaksa, demi mewujudkan keinginan Hae Rin, sahabatnya. Nyaman
tidak nyaman, Suzy hanya berusaha menyenangkan sahabatnya.
Acara berlangsung dari 30 menit yang lalu. Diawali oleh sambutan dari pemimpin yayasan, dan berbagai macam sambutan lainnya. Berlanjut pada penampilan-penampilan beberapa grup vokal kebanggaan Kyunghee, aksi dance, atraksi, dan serupa lainnya. Seusai penampilan drama musikal berakhir. Tiba-tiba ruangan aula yang luas dan berlangit-langit tinggi itu berubah senyap seketika lampu ruangan dimatikan. Tersisa hanya cahaya panggung dengan penerangan yang minim. Semua suara mendadak senyap. Bagai ruangan tak berisi. Seluruh penonton terpaku ditempatnya masing-masing dengan tatapan lekat. Tatapan penonton terfokus ke satu titik, seiring kemunculan sesosok namja tampan itu dari sisi panggung.
Aninde naneun aninde jeongmal igeon mari andoeneunde
Babeul meogeodo jami deul ttaedo michyeonneunji geudaeman boyeoyo
Eonjena nareul jongil namaneul mossalgehae miwonneunde
Eotteoke naega eotteoke geudael saranghage dwaenneunji isanghajyo
Babeul meogeodo jami deul ttaedo michyeonneunji geudaeman boyeoyo
Eonjena nareul jongil namaneul mossalgehae miwonneunde
Eotteoke naega eotteoke geudael saranghage dwaenneunji isanghajyo
Suara merdu itu
mengalun. Melantunkan nada-nada dalam syair lagu. Menguntai kata, membentuk
kalimat yang disampaikan dalam penuh penghayatan. Perlahan, lampu aula menyala.
Seketika bola mata penonton membesar. Menatap tak percaya akan sosok yang
berdiri ditengah panggung.
Nae
maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji
Chingudeul nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi
I love you (Love you) Love you
Love you (Love you) Love you yeah..
Chingudeul nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi
I love you (Love you) Love you
Love you (Love you) Love you yeah..
Semua terdiam. Semua
terhipnotis. Tenggelam menikmati lagu serta suara merdu itu. Tidak ada yang
bisa menjelaskan. Betapa indahnya suara itu ketika melantunkan kata demi kata.
Wae geudaen nareul jamsido nareul gamanduji annneun geonji
Giga makhigo eoi eobseodo nae gaseumeun geudaeman bulleoyo
Geudael wihaeseo yoril haneun nan hwiparame sini najyo
Hwanhage useul geudae moseube soneul bedo nae mameun haengbokhajyo
Nae maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji
Chingudeul nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi
Gemuruh tepuk tangan membahana di Aula seusai Cho Kyuhyun, namja ditengah panggung itu mengakhiri nada tinggi dipenghujung bait lagu. Suara merdu itu naik beberapa oktaf. Sukses membuat penonton mendecak kagum pada sosok Presdir pujaan para wanita tersebut.
Giga makhigo eoi eobseodo nae gaseumeun geudaeman bulleoyo
Geudael wihaeseo yoril haneun nan hwiparame sini najyo
Hwanhage useul geudae moseube soneul bedo nae mameun haengbokhajyo
Nae maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji
Chingudeul nareul nollyeodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi
Gemuruh tepuk tangan membahana di Aula seusai Cho Kyuhyun, namja ditengah panggung itu mengakhiri nada tinggi dipenghujung bait lagu. Suara merdu itu naik beberapa oktaf. Sukses membuat penonton mendecak kagum pada sosok Presdir pujaan para wanita tersebut.
Eonjenga bami jinagago tto bami jinagago tto bami jina na
gieogi huimihaejyeodo
Eonjena nae mameun misojitneun nae nuneun tteonaji anketdago geudael yeongwonhi
Nae maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji
Sesangi modu useodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudaeui gireul damaseo maeil saranghanda kiseuhajyo yeongwonhi
Love you (Love you) Love you
Love you (Love you) Love you Oh my baby my love..
Eonjena nae mameun misojitneun nae nuneun tteonaji anketdago geudael yeongwonhi
Nae maeumeun geudaereul deutjyo meoributeo bal kkeutkkaji
Sesangi modu useodo nae gaseumeun modu geudaeman deullyeoyo
Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudaeui gireul damaseo maeil saranghanda kiseuhajyo yeongwonhi
Love you (Love you) Love you
Love you (Love you) Love you Oh my baby my love..
Kekaguman mereka
akan Cho Kyuhyun bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya, sesuai
penampilan spesial yang baru mereka lihat hanya di Kyunghee University.
Teriakan, jeritan juga tepuk tangan kembali membahana menutup penampilan paling istimewa menurut semua penggila Cho Kyuhyun. Semua orang tak kuasa memendam perasaan kagum mereka, teriakan demi teriakan tercipta meneriaki satu nama yang sama. Sementara, satu yeoja dikursi depan, ia hanya terdiam memendam rasa kagum pada namja yang mulai menghantui hidupnya. Suzy tak bereaksi sebagaimana yang dilakukan yeoja-yeoja disana, ia memilih diam. Dan mengumpat habis-habisan Kyuhyun dalam hati karena telah berhasil menjerumuskan Suzy dalam pesonanya. Ketika tatapan mereka bertemu, disaat itulah Suzy merasa Kyuhyun telah memporak porandakan hatinya dan mengusik ketenangan jiwanya.
Teriakan, jeritan juga tepuk tangan kembali membahana menutup penampilan paling istimewa menurut semua penggila Cho Kyuhyun. Semua orang tak kuasa memendam perasaan kagum mereka, teriakan demi teriakan tercipta meneriaki satu nama yang sama. Sementara, satu yeoja dikursi depan, ia hanya terdiam memendam rasa kagum pada namja yang mulai menghantui hidupnya. Suzy tak bereaksi sebagaimana yang dilakukan yeoja-yeoja disana, ia memilih diam. Dan mengumpat habis-habisan Kyuhyun dalam hati karena telah berhasil menjerumuskan Suzy dalam pesonanya. Ketika tatapan mereka bertemu, disaat itulah Suzy merasa Kyuhyun telah memporak porandakan hatinya dan mengusik ketenangan jiwanya.
Tersisa 2 jam
lagi menuju waktu pergantian tahun. Suzy yang merasa aneh dengan hatinya sejak
tatapan Kyuhyun tadi. Hatinya seperti pelana kuda, yang bergerak kencang dan
juga berbunyi. Ia merasakan hal demikian pada detak jantungnya. 'Ada apa dengan jantung ini?' Gerutu
Suzy. Merasa tak ada yang membuatnya tertarik didalam ruangan. Suzy memilih
keluar aula, mencari udara segar guna menetralkan jantungnya yang bekerja tak
normal dari biasanya. Suzy melangkah santai disekitar halaman Kyunghee.
Terdapat sebuah bangku panjang disana. Suzy lantas mendudukan tubuhnya diatas
bangku berwarna putih tulang itu.
“Sedang apa kau
disini?” Sambar satu suara dari depan Suzy. Suzy mengangkat kepala melihat
pemilik suara. Hatinya dua kali bekerja semakin tak teratur. “Eugg.. Hanya
merasa bosan didalam,” Jujur Suzy. Tanpa menunggu basa basi dipersilahkan duduk
oleh Suzy, Kyuhyun langsung saja menyambar bagian kursi kosong disebelah kanan
Suzy. Melihat itu, membuat Suzy semakin kikuk. “Kau sendiri apa yang kau
lakukan disini?” Tanya balik Suzy.
“Geunyang..”
Kalimat Kyuhyun terhenti juga terdiam seakan lagi berpikir mencari jawaban.
“Merindukan
Kyunghee. Makanya aku berkeliling,” Sambungnya. Menyelesaikan kalimat yang
sempat tertunda tadi. Tak tau, apa yang harus Suzy bicarakan. Ia memilih diam.
Tiba-tiba saja, Kyuhyun menatap intens Suzy dari samping dan sukses membuat
Suzy dilingkupi rasa gugup. Lalu pandangan Kyuhyun jatuh pada rambut hitam
indah Suzy yang dihiasi oleh dua penjepit rambut berwarna merah muda. Suzy
sadar akan tatapan Kyuhyun, namja itu memperhatikan benda tersebut dikepalanya.
Dengan perasaan setengah gugup, Suzy mengeluarkan suaranya. “Ah tentang boneka
teddy bear dan juga penjepit rambut ini. Gomawo,” Ungkap Suzy agak gelapan.
Diakhiri sebuah senyuman terima kasih. Ia tak tau bagaimana caranya ia harus
berterima kasih terutama pada orang besar seperti Cho Kyuhyun ini. Entah ini
menjadi yang keberapa kali namja itu memamerkan senyum penuh pesona pada Suzy
disetiap pertemuan mereka. Kyuhyun tersenyum.
“Ya sama-sama.”
“Aku senang kau
memakainya,” Lanjut Kyuhyun. Suzy menatap sekilas pada Kyuhyun. Tapi ternyata
tidak hanya sekilas. Pandangan Suzy berlanjut. Bersamaan Kyuhyun yang juga ikut
menatap Suzy. Pandangan mereka beradu. Cukup lama.
Sampai akhirnya Suzy sadar, tatapan orang itu tidak baik untuk jantungnya. Ia buru-buru membuang pandangannya kearah lain.
Sampai akhirnya Suzy sadar, tatapan orang itu tidak baik untuk jantungnya. Ia buru-buru membuang pandangannya kearah lain.
“Eugh.. Ta-di
kau bernyanyi sangat bagus,” Puji Suzy mengawali topik pembicaraan yang baru. “Benarkah?
Bagus kalau begitu,” Sunyi. Tak ada percakapan yang mereka bahas. Keduanya
terdiam. Suzy merasakan kecanggungan saat ini. “Aku permisi,”
“Chakam-” Tahan
Kyuhyun. Memegang lengan Suzy untuk kali keduanya. “Boleh aku meminta nomor
ponselmu?” Suzy merasa dirinya sedang melambung diawang-awang, disambut mimpi
indah yang seperti kenyataan. Tapi ini memang kenyataan. Itu semua nyata!
Suzy melangkah penuh semangat menyelusuri jalan menuju rumah. Dengan membawa sejuta bunga penuh warna didalam hatinya. Ia terlalu bahagia malam ini. Penyambutan tahun baru yang terasa amat spesial untuknya. Bukan karena ia dapat menyaksikan pesta kembang api bersama dengan teman-teman kuliahnya yang diadakan di Kyunghee. Jauh dari hal itu, karena seseorang yang telah sukses melambungkan dirinya kelangit ke tujuh. Karena Cho Kyuhyun. Ia merasa sebahagia ini. Bayangan saat Kyuhyun menatapnya, tersenyum padanya dan semua hal baru yang dialaminya beberapa jam lalu terasa begitu indah jika ia membayangkannya. Mengingat kalimat apa yang tadi Kyuhyun lontarkan pada Suzy, berhasil membuat Suzy histeris mengerang dalam hati.
“Eomma..” Teriak Suzy riang.
Padahal jam telah berada diangka 2, tapi tak menghalangi Suzy untuk
mengekspresikan rasa bahagianya. Ia seolah lupa akan waktu. “Sst..ini sudah
hampir pagi, kau malah teriak-teriak,” Omel Shin Hye Kyung, Eomma Suzy. Yeoja
muda itu hanya memamerkan senyum, menampilkan deretan gigi putihnya. “Eomma
belum tidur?” “Belum. Eomma menunggumu. Kau sudah makan?” Suzy mengangguk. “Yasudah.
Tidur sana, ini sudah pukul 2 pagi,” Titah sang Eomma. “Arraseo,” Suzy
melangkah menuju kamarnya. Tapi langkahnya tertahan saat Eomma-nya kembali
memanggil Suzy. Suzy membalikkan badan menatap sang Eomma bingung. “Ada sesuatu
yang baik terjadi?” “Ndeh?” Suzy tersentak. “Kau terlihat sangat bahagia,”
***
Di minggu siang
yang teduh karena saputan mendung. Sang fajar sepertinya masih ragu untuk
menunjukkan wujudnya. Padahal hari sudah tak pagi lagi.
Tak sengaja mata Kyuhyun menangkap sosok yeoja yang dikenalinya berada ditrotoar. Yeoja itu sedang menatap terpesona pada lukisan di depannya. Sendirian. Tanpa berpikir, Kyuhyun mendekati yeoja anggun yang memakai dress berwarna hijau muda disana. Kyuhyun menghentikan mobil, lalu turun dari dalamnya dan menyapa Bae Suzy.
Tak sengaja mata Kyuhyun menangkap sosok yeoja yang dikenalinya berada ditrotoar. Yeoja itu sedang menatap terpesona pada lukisan di depannya. Sendirian. Tanpa berpikir, Kyuhyun mendekati yeoja anggun yang memakai dress berwarna hijau muda disana. Kyuhyun menghentikan mobil, lalu turun dari dalamnya dan menyapa Bae Suzy.
“Anneyong,” Sapa
Kyuhyun dari belakang Suzy. Yeoja tersebut berbalik. Menatap Kyuhyun heran. “Eo..
Anneyong,” Balasnya.
“Sedang apa kau
disini?”
“Aku hanya
melihat-lihat lukisan disini. Dan kau?”
“Aku tak sengaja melihatmu disini,”
“Kau menyukai
lukisan?” Suzy menghentikan pandangannya dari lukisan tersebut. Lalu menoleh
pada namja disebelahnya dan menjawab 'iya'
atas pertanyaan Kyuhyun. Seakan tak bosan oleh selembar kanvas bergambar itu, kembali
Suzy meneliti indahnya sapuan kuas dalam lukisan itu.
“Itu berjudul From the Lake karya Georgia O’Keeffe.” Serta
merta Suzy menoleh –lagi—pada Kyuhyun.
“Dulu Georgia O'Keefe menghabiskan
hari-harinya di Danau George, New York pada awal 1900-an. Lukisan ini
menampilkan gelombang lembut dan riak Danau George yang diamatinya.”
“Kau
mengetahuinya?” Dibalas Kyuhyun dengan sebuah deheman singkat. “Dan yang ini.
Starry Night karya Van Gogh.” Ungkap Kyuhyun. Menunjuk kanvas disebelah lukisan
bernama From The Lake tersebut. “Ia melukis Starry Night secara langsung di
tengah malam dengan menggantungkan lilin di sekeliling topinya dan di sebelah
kanvasnya. Starry Night merupakan sebuah pertempuran antara seseorang dengan
kegelisahannya. Sebuah teriakan untuk harapan, pelita dan kasih sayang.”
Penjelasan Kyuhyun mampu membungkam mulut yeoja disebelahnya. Suzy terdiam.
Tidak ada sepatah kata terucap dari bibirnya. Ia terlalu terpukau dan takjub
untuk saat ini. Cho Kyuhyun. Ia benar-benar manusia sempurna. Spekulasi Suzy.
“Kau
bahkan mengetahui maksud dan bagaimana lukisan ini dibuat?”
“Ahh itu.. Aku
pernah tak sengaja membaca beritanya saja.” Sanggah Kyuhyun. Agak merendahkan
diri.
“Kau sepertinya tau banyak tentang lukisan-lukisan ini,” Kyuhyun hanya
tersenyum.
Dan persis
seperti harapannya, kemudian Suzy dengan mudah mengiyakan ajakan Kyuhyun untuk
jalan-jalan sekedar melihat-lihat pameran lukisan yang sepertinya sengaja
diadakan dipinggir trotoar oleh para pelukis amatiran.
“Kau sudah makan
siang? Ini sudah lewat dari pukul dua belas,”
“Belum.”
“Apa yang ingin kau makan?”
“Apa saja. Asal bukan rumput,”
Kyuhyun tertawa geli. Tak menyangka kalau Suzy yang kelihatannya tipe yeoja
cuek dan ketus. Tapi malah sebaliknya. Suzy yeoja yang mudah diajak bicara juga
lucu. “Diseberang sana ada restoran yang menjual Sup kimchi yang sangat enak.”
Ujar Suzy. Kyuhyun menerima ajakkan itu. Meski sebenarnya ia tak yakin akan
restoran yang menjadi pilihan Suzy untuk tempat makan siangnya hari ini.
Kyuhyun melirik dari sudut matanya. Ke sebrang sana. Ia tak habis pikir,
bagaimana bisa ia makan disana. Apakah bisa ia menelan makanannya. Segelintir
pertanyaan itu hadir didalam hati Kyuhyun. Tak ayal jika Kyuhyun merasa demikian.
Ini pasti akan menjadi pengalaman kali pertamanya bagi seorang Cho Kyuhyun
makan makanan dipinggir jalan. Akan menjadi sejarah baru dalam hidupnya. Yang
mana biasanya ia memakan makanan mahal, ditempat mewah dengan harga jauh dari
kata murah. Tapi kali ini, semua itu tak berlaku.
Kyuhyun meraih tangan Suzy buru-buru. Suzy yang berjalan mendahului Kyuhyun tak sadar, sebuah sepeda motor melaju dari arah kanan Suzy. Kyuhyun menarik tangan beserta tubuh Suzy menghindar dari jalan yang dilewati motor tersebut. Tanpa disadari, malah membawa tubuh Suzy kedalam rengkuhan Kyuhyun. Suzy terpengarah. “Mi-mi-an..” Ucap Suzy tergagap. “Kalau ingin menyebrang, lihat kiri-kananmu bukan depanmu,” Suzy menunduk malu. 'Bodoh.' Rutuk Suzy dalam hati. “Sudah. Ayo kita menyebrang,” Digenggamnya jemari Suzy dan dibimbingnya yeoja itu ke seberang jalan.
“Ahjumma,” Suzy
berseru pada yeoja setengah baya pemilik restoran. “Oh kau Suji-ah.. Apa yang
ingin kau makan?” “Berikan kami dua mangkuk sup kimchi,”
“Baiklah. Gidaryeo,”
“Kau
mengenalnya?” Suzy tampak begitu mengenal yeoja paruh baya tadi. Menimbulkan
pertanyaan bagi Kyuhyun. “Aku bersama temanku tak jarang kami mampir kesini
untuk menikmati sup kimchi. Menurutku disini sup kimchi terbaik yang pernah
kumakan,” Celoteh Suzy tanpa disadarinya. Kyuhyun agak tercengang. Ternyata
Suzy memiliki sifat berseberangan dari apa yang dipikirkan Kyuhyun.
“Dua sup kimchi.
...” “Gomapseumnida Ahjumma,”
“Kau menyukai
lukisan?”
“Heum. Joha.”
“Berarti kau
kesini memang untuk menyaksikan pameran, begitukah?”
“Sebenarnya
tidak begitu. Aku hanya kebetulan saja melihat pameran lukisan hari ini,”
“Memangnya kau
akan kemana?”
“Ingin pulang,”
“Apa letak Cafe
tempatmu bekerja sudah pindah lokasi?” Giliran Suzy yang kini tertawa karena
pertanyaan lucu Kyuhyun.
“Bukan begitu.
Aku tidak bekerja hari ini karena Cafe libur. Aku habis pulang dari Gereja,”
Deg! Satu tempat
yang barusan terucap dari bibir mungil Suzy membungkam rapat-rapat bibir
Kyuhyun. Gereja. Tempat itu.. Entah sudah berapa lama ia tidak menginjakkan
kaki ditempat tersebut. Ia bahkan mengingatnya pun tidak. Ia lupa akan tempat
suci itu. Ia tak mengingatnya. Padahal semasa ia kecil, sang Eomma pasti
memarahinya jika ia malas ke gereja. Namun sekarang? Tak ada yang memarahinya.
Tak ada yang memaksanya ke gereja. Dan sekali saja, ia sudah tak pernah
menyempatkan waktu untuk bertemu Tuhan-nya dan bahkan ia lupa akan
Pencipta-nya. Tak ada Eomma yang biasa mengingatkan ia akan tempat suci itu, tapi
saat ini. Ia mengingatnya karena seorang yeoja yang sebelumnya tak ia kenali.
“Kyuhyun-shi,
ayo dimakan Sup Kimchinya.” Tegur Suzy. “Ye?” Kyuhuyun tersentak dan menatap
sup kimchi yang telah tersedia didepanya. Ia melamun begitu serius bahkan
hingga, Ahjumma pemilik restoran mengantarkan pesanan mereka. Ia pun tak tahu.
Kyuhyun mulai mengangkat sendok disisi mangkuk. “Kau melamun begitu serius. Apa
yang kau pikirkan?” Selidik Suzy. “Ah ani. Bukan sesuatu yang penting.”
“Benarkah? Ayo
kita makan semumpung masih panas.” Kyuhyun mengangguk iya. Padahal dalam
hatinya, ia tidak yakin bisa menghabiskan makanan didepannya. Dengan perasaan
enggan bercampur ragu, Kyuhyun menyendokkan sesendok kuah sup tersebut.
Mulutnya terpaksa dibuka seminim mungkin. Perlahan ia mulai menghirup kuah dan
mengecap rasa yang terdapat dalam sup. Kyuhyun menatap langsung manik Suzy.
Namja tampan itu terperangah, tak percaya. “Eotte? Enak?” “Aku tak menyangka
Sup kimchi ini enak sekali,” Jujur Kyuhyun. Suzy tertawa renyah. Untuk beberapa
menit, mereka hanya terdiam. Saling menyibukkan diri dengan makanan berkuah
tersebut. “Lukisan apa yang kau suka?”
“Sebenarnya aku
tidak begitu mengerti tentang lukisan. Aku hanya sebatas menyukainya. Dan kalau
ditanya siapa pelukis ternama yang kutau. Aku hanya tau satu jawabannya.
Leonardo Davinci.”
“Kau lucu,”
Kalimat singkat itu tanpa terkompromi lagi, meluncur begitu saja dari bibir
milik Cho Kyuhyun.
“Lucu? Ani. Memangnya aku ini boneka?”
“Ya, tidak beda
jauh,” Sahut Kyuhyun enteng. “Hya!” Suzy memekik tak terima.
TBC~
Mian kalau
typo bertebaran, males banget aku ngeditnya. Mian..
0 komentar:
Posting Komentar